Minggu, 30 Oktober 2022

RAHASIA.... Orang Kristen Dianiaya tidak Binasa, DIBABAT MAKIN MERAMBAT (II Tes.1:1-12)

 

PA  Pekan ini

2 Tesalonika 1:1-12


------ by LES

 

Pendalaman Teks

Jemaat di Tesalonika sedang bergumul. Sebagai orang Kristen baru,
mereka masih dalam masa sukacita karena karya Tuhan dalam hidup
mereka. Namun, sukacita ini mendapatkan tantangan. Mereka sedang
mengalami penindasan dan penganiayaan dari kelompok Mayoritas (Yahudi) oleh karena iman mereka (4).

Rasul Paulus menuliskan surat ini: Dari Paulus, Silwanus a  dan Timotius, b  kepada jemaat orang-orang Tesalonika c  di dalam Allah Bapa kita dan di dalam Tuhan Yesus Kristus.  Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus d  menyertai kamu. (II Tesalonika 1:1 – 2)

Tujuan penulisan Surat ini adalah untuk memberikan kepada mereka kekuatan, sekaligus mengajarkan kepada mereka tentang kekuatan dan kedaulatan Allah, yang mampu mengatasi segala pergumulan, penindasan  dan penderitaanyang mereka alami  dari Kelompok mayoritas:  Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, e  saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat f  di antara kamu,sehingga dalam jemaat-jemaat Allah kami sendiri bermegah g  tentang kamu karena ketabahanmu dan imanmu h  dalam segala penganiayaan dan penindasan yang kamu derita  II Tes. 1:3 – 4)

Bagaimana Rasul Paulus  menyampaikan pesan ini? Paulus mengingatkan kepada mereka bahwa:

a)    Apa yang mereka alami  merupakan bukti adilnya penghakiman Allah ; sekarang kita ditindas oleh Kelompok Mayoritas, namun nantinya diberkati Allah.suatu bukti j  tentang adilnya penghakiman Allah 1 , yang menyatakan bahwa kamu layak k  menjadi warga Kerajaan Allah, kamu yang sekarang menderita karena Kerajaan itu”  -ayat 5.

b)    Itu sebagai cara Allah untuk menyempurnakan iman  mereka, iman kita juga;  Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, z  supaya Allah kita menganggap kamu layak a  bagi panggilan-Nya b  dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu c  untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu,   sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu e  dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.  (ayat 11 – 12)

c)     Tuhan Yesus Kristus tetap berkuasa  dari Sorga dan akan menghakimi para penindas dengan adil dan menghukum orang orang yang menolak Injil  Sebab memang adil l  bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu  dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu 2  yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga n  menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya,   dalam kuasa-Nya, di dalam api p  yang bernyala-nyala,  dan mengadakan pem-balasan  terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah r  dan tidak mentaati Injil Yesus,  Tuhan kita  (ayat 6-8),

d)    Kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua merupakan sebuah kepastian yang  membawa kebenaran secara adil untuk menolong umat Kristen; dan menghakimi – menghukum yang tidak beriman - Ke dalam kebinasaan.   Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan t  selama-lamanya  , dijauhkan dari hadirat Tuhan   dan dari kemuliaan kekuatan-Nya,   apabila Ia datang pada hari itu  untuk dimuliakan  di antara orang-orang kudus-Nya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya, sebab kesaksian yang kami bawa kepadamu   telah kamu percayai (Ayat 9-10)

 

Refleksi Iman:

Melalui perikop ini, Allah menghendaki agar kita memahami: Pertama,
sebagai orang percaya kepada Kristus, kita adalah bagian dari
Kerajaan Allah yang hadir dalam dunia ini. Kekuatan anti kristus memang  akan
mencoba untuk melawan dan menggoyahkan keyakinan kita. Namun penyertaan Tuhan, kita akan mengalahkan tantangan ini. Karena Allah sudah
menyediakan penghakiman dan penghukuman yang adil terhadap mereka
yang menganiaya umat Kerajaan Allah. Ini adalah bukti keadilan
Allah atas dunia. Dan kini, kita dipanggil untuk memiliki pola pikir
yang mau berjuang mengerjakan segala pekerjaan iman kita,
sehingga nama Kristus Yesus dimuliakan dalam kehidupan kita.
Memang tidak mudah, karena itu tetaplah setia.

 

SARASEHAN:

1.     Hidup sebagai umat Kristen di tengah kelompok Anti Kristus memang tidak mudah….  

BAGAIMANA  PENGALAMAN KITA SECARA RIIL ?  JELASKAN !

2.     Kita dipanggil untuk memiliki pola pikir
yang mau setia: gigih - berjuang mengerjakan segala pekerjaan iman kita, walau ditengah tantangan, kesulitan, ancaman dan penindasan;
sehingga nama Kristus Yesus makin dimuliakan dalam kehidupan kita.
Memang tidak mudah, karena itu tetaplah setia.  

BAGAIMANA  TANGGAPAN KITA TENTANG HAL INI?  

APA  SAJA YANG PERLU KITA LAKUKAN AGAR MEMILIKI IMAN YANG KUAT DI TENGAH PENINDASAN KAUM  ANTI KRISTUS?

By LES

 

Kamis, 13 Oktober 2022

DINAMIKA HIDUP KELUARGA-KELUARGA KRISTEN


 


DINAMIKA  HIDUP  KELUARGA-KELUARGA  KRISTEN

a.       Pernikahan Gerejawi Bukanlah Sebuah Permainan Sulap

Orang seringkali berpikir bahwa jikalau sudah diberkati di gereja maka segalanya akan beres. Semuanya akan berjalan dengan lancar dan baik. Padahal pada kenyataannya, tidak setiap orang yang nikahnya diberkati di gereja hidupnya bahagia. Ada yang justru tidak bahagia bahkan hancur rumah tangganya. Yang menjadi pertanyaan adalah, mengapa semua ini terjadi? Jawabnya adalah karena pemahaman yang salah tentang Ibadah Peneguhan Pernikahan dan Pemberkatan Perkawinan. Pernikahan gerejawi seringkali dianggap sebagai sulap yang sekali diucapkan lalu ada perubahan. Pada kenyataannya perkawinan gerejawi adalah sebuah keputusan dan komitmen sepasang insan manusia yang dengan sengaja membuka diri untuk melibatkan Tuhan dalam kehidupan rumah tangga mereka. Mereka membuka diri bagi kehadiran Kristus sebagai pusat kehidupan keluarga mereka.

 .

Komitmen untuk sehidup semati, dalam suka dan duka yang mereka ucapkan dalam pernikahan gerejawi harus terus menerus dipegang dan diupayakan oleh masing-masing dengan bersandar pada kekuatan dan berkat yang dari Tuhan. H. Norman Wright menyebutkan ada 14 komitmen dasar yang perlu disadari, dilatih terus menerus dan dipegang teguh serta diwujudnyatakan dalam kehidupan pernikahan. Keempat belas komitmen dasar tersebut adalah komitmen untuk menikah, untuk lepas dari masa lalu, untuk mencintai, untuk berubah, untuk memahami diri sendiri, untuk mengevaluasi harapan dan membuat sasaran, komitmen untuk membuat keputusan yang bijaksana, untuk berkomunikasi, untuk mendengarkan, untuk memegang pedoman komunikasi yang baik dan benar, untuk menyelesaikan konflik, untuk mengontrol amarah, untuk membangun hubungan yang positif dengan keluarga mertua, serta untuk mengampuni dan berdoa bersama.

 .

Seseorang dapat mewujudkan komitmen-komitmen tersebut jikalau ia membuka diri terhadap kasih dan pertolongan Tuhan. Kita perlu menyadari bahwa kehidupan pernikahan Kristen berbeda dengan bentuk-bentuk kehidupan bersama lainnya. Kehidupan bersama dalam pernikahan Kristen lebih bersifat total, eksklusif / tertutup, kontinyu / terus menerus dan didasari oleh kasih Kristus. Total, artinya suami istri hidup dalam ikatan persekutuan yang mencakup seluruh sendi kehidupan.  Eksklusif, artinya tertutup terhadap relasi intim dengan laki-laki atau perempuan lain. Kontinyu artinya komitmen tersebut dipegang dan diwujudkan secara terus menerus sampai akhir hayat.

 .

b.       Relasi Suami Istri dalam Keluarga Kristen

Tentang relasi suami-istri dalam keluarga, seringkali ada orang yang mencomot ayat-ayat tertentu dalam Alkitab tanpa mencermati konteks ayat-ayat tersebut ditulis. Ini dilakukan seringkali hanya untuk membenarkan sikap superiornya terhadap pasangannya….

 

Padahal sesungguhnya Tuhan menetapkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan sejak dari awal penciptaan. Tuhan Yesus sendiri pun dalam pelayanan-Nya selalu menempatkan perempuan sebagai sosok yang berharga, meskipun masyarakat di sekitarnya mempunyai budaya yang sebaliknya.

 .

Rasul Paulus dalam Galatia 3:25-28 menyatakan “Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.“

 .

Kalau kita memperhatikan kisah penciptaan (Kejadian 1 dan 2) kita akan melihat bagaimana Allah menciptakan manusia sebagai mahkluk yang setara. Kej. 1:26-27 menyatakan “… Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka“. Dari ayat ini kita melihat bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama di hadapan Tuhan, meskipun mereka berbeda jenis kelamin. Mereka berdua diberi tanggung jawab yang sama, yaitu untuk bersama-sama menguasai, mengelola dan memanfaatkan bumi beserta segala isinya yang telah Tuhan berikan kepada mereka (ay. 26).

 .

Selanjutnya, Kejadian 2:18  juga bertutur tentang kesetaraan tersebut. Ayat 18 Tuhan berfirman “… Aku akan menjadikan penolong yang sepadan dengan dia“.

Akhirnya Tuhan menciptakan perempuan dari tulang rusuk laki-laki (ay. 21-23) untuk menjadi penolong yang sepadan bagi laki-laki.

 .

Dalam hal ini, perempuan bukan pembantu bagi laki-laki. Namun perempuan mempunyai kedudukan yang sama/setara dengan laki-laki. Hal ini dapat dilihat dari istilah “penolong“ (ezer - bhs. Ibrani) yang dipakai dalam teks-teks Alkitab. Istilah ini menunjuk pada penolong yang berkarakteristik ilahi, yang menjadi saluran keselamatan bahkan kehidupan.

 .

Dengan penggunaan istilah ini, maka Kejadian pasal 2 hendak mengatakan bahwa perempuan mempunyai kedudukan yang istimewa.. Ia adalah makhluk yang berharga. Sedangkan istilah “sepadan“ menunjuk pada kecocokan dalam perbedaan (kenegeddo, counterpart). Dan istilah “diambil dari tulang rusuk laki-laki“ tidak boleh dimaknai bahwa perempuan diambil dari bagian kecil dari laki-laki. Untuk istilah ini bahasa Ibrani memakai istilah sisi atau bagian samping atau separuh. Dengan demikian, perempuan adalah separuh bagian dari laki-laki. Perempuan diciptakan dari separuh bagian laki-laki sehingga laki-laki harus mengasihinya seperti ia mengasihi dirinya sendiri.

 .

Kesetaraan laki-laki dan perempuan ini harus diwujudkan dalam relasi keduanya dan dalam mendidik anak-anak. Pemeliharaan dan pendidikan anak-anak dalam keluarga Kristen bukan hanya tanggung jawab seorang ibu saja, namun juga tanggung jawab ayah.  Peran kedua orangtua sangat dibutuhkan anak dalam proses pembentukan karakternya secara holistik.

Dengan pemahaman bahwa baik laki-laki maupun perempuan sama-sama berharga di hadapan Allah, maka sepasang suami istri dapat hidup saling menghargai meskipun mungkin tingkat pendidikan, kecerdasan maupun tingkat latar belakang kekayaannya berbeda-beda. Ini semua harus dilakukan karena keduanya mempunyai kedudukan yang setara di hadapan Tuhan.

 .

c.        Keluarga Sebagai Wadah Mencetak Generasi Penerus

Tidak semua pasangan dikaruniai anak kandung. Bahkan ada pasangan yang sengaja tidak ingin punya anak dengan alasan tertentu.

Namun jikalau kita merenungkan kehidupan kita, maka kita akan mendapati bahwa kehadiran “anak“ dalam kehidupan keluarga dapat memperkaya spiritualitas kita. Banyak anak yang terlantar yang membutuhkan uluran tangan kasih kita untuk berbagi kasih. Ketika kita melihat anak-anak kecil, hati kita seakan diarahkan pada tanggung jawab untuk menghantar mereka menuju masa depan mereka.

Oleh karena itu, baik kalau kita menanamkan konsep bahwa keluarga Kristen adalah wadah mencetak generasi penerus, entah itu anak sendiri (kandung) maupun yang bukan. Ini adalah mandat dari Tuhan sendiri seperti yang tertulis dalam Kej. 1:28. Dengan konsep ini kita sadar bahwa kita mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mencetak generasi penerus kita di bumi ini. Dan itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.

 .

Namun, mendidik anak bukan sesuatu yang mudah. Iklim keluarga yang baik sangat dibutuhkan oleh anak dalam tumbuh kembang mereka. Iklim ini dibentuk melalui relasi orang-orang yang ada dalam keluarga. Sejak anak berusia tiga bulan dalam kandungan, ia sudah bisa merasakan, mendengar dan mengecap stimulus-stimulus yang ia tangkap dari sekelilingnya, baik dari si ibu maupun si ayah dan orang-orang di sekeliling keluarga tersebut. Keharmonisan keluarga sangat dibutuhkan oleh anak dalam tumbuh kembang mereka sejak dari bayi dalam kandungan, dan itu akan berpengaruh pada keseluruhan rangkaian kehidupan seseorang.  Orangtua adalah lapisan pertama dalam pembentukan kerohanian seorang anak.

.

d.       Masing-masing Orang Dalam Keluarga Adalah Unik

Tiap orang adalah unik, termasuk orang-orang yang ada dalam keluarga Kristen: Baik itu Orang tua – anak , Suami – isteri dsb.

 

Keunikan tersebut tidak hanya terkait dengan karakter tetapi juga latar belakang dari suami istri yang ada dalam keluarga tersebut. Dengan sangat gamblang, sebuah buku kursus persiapan pernikahan gerejawi mengetengahkan bahwa antara laki-laki dan perempuan tidak hanya perbedaan fisiologis/biologis/anatomis namun juga perbedaan psikologis.

 .

Walaupun perbedaan psikologis yang dipaparkan di situ tidaklah mutlak, namun kita bisa melihat bahwa masing-masing mempunyai karakter yang harus dipahami oleh anggota keluarga yang lain sehingga dapat saling menghargai dan saling mengembangkannya. Dengan memahami bahwa baik suami, istri maupun anak-anak adalah pribadi yang unik yang mempunyai karakter yang khas, maka diharapkan agar setiap anggota keluarga dapat silih asah, silih asuh dan silih asih.

 .

Untuk dapat hidup bersama dengan baik walau berbeda, dibutuhkan keterbukaan (baik kepada Tuhan maupun kepada orang lain), komunikasi yang baik, maupun kasih harus dikembangkan terus menerus. Komunikasi dapat berjalan dengan baik, jika ada suasana yang mendukungnya, antara lain sikap mau memerhatikan, mementingkan pasangan, mau menyediakan waktu, mau mendengarkan, mau menerima, dan kasih yang tulus. Komunikasi yang baik juga harus didasari dengan doa bersama.

 .

Dalam membicarakan hal-hal yang agak peka, maka lebih baik jika dipakai kata “saya” daripada “kamu”. Dengan menggunakan kata “saya”, kita diajak untuk lebih mengutarakan perasaan kita sendiri, bukan menuduh orang lain. Selain itu, kita perlu menghindari penggunaan kata “selalu” dan “tak pernah”, karena kedua kata ini pasti akan menimbulkan reaksi membela diri dari lawan bicara kita. Agar ada komunikasi yang baik dalam kehidupan keluarga, maka baik kalau setiap hari kita saling mengucapkan sepatah kata manis atau pujian, minimal sekali dalam sehari.

 .

 

e.        Kasih Sebagai Dasar Hidup Keluarga Kristen

Kasih dan iman kepada Kristus harus menjadi dasar bagi kehidupan rumah tangga Kristen.   Kasih yang dimaksud di sini bukan hanya kasih agape seperti yang diteladankan Kristus, tetapi juga kasih eros  dan kasih filia (take and give).

 

Ketiganya harus ada dalam kehidupan rumah tangga Kristen. Kasih eros dan filia dalam praktiknya harus dikendalikan oleh kasih agape dan kasih Tuhan. Jikalau tidak demikian maka hubungan suami istri akan cepat membosankan. Seorang suami atau istri bisa mencari kesenangannya sendiri dan akhirnya tidak setia kepada pasangannya.

 

Kadang orang mengabaikan kasih eros, apalagi jika mereka sedang sibuk mengurusi anak atau semakin menjadi lebih tua. Kesibukan mengurus bayi dan anak-anak balita, kadang menjadikan seorang perempuan menjadi enggan untuk berhubungan seks dengan suaminya. Jikalau suaminya tidak bijaksana dan tidak meletakkan semuanya dalam kasih agape dan kasih Tuhan, maka bisa memunculkan hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu kasih eros juga harus terus dikembangkan, meskipun tidak harus selalu sampai kepada hubungan badan (coitus).

 .

 

f.         Manajemen Ekonomi dan Waktu Dalam Rumah Tangga Kristen

Ekonomi dan waktu bukanlah hal sepele dalam kehidupan rumah tangga, termasuk rumah tangga Kristen. Perlu ada pengaturan dan manajemen yang baik sehingga kebutuhan keluarga, baik kebutuhan material maupun imaterial, tercukupi dengan baik. Orang harus bekerja dengan baik dan mengelola keuangan keluarga berdasarkan pemeliharaan dan pimpinan Tuhan. Kebutuhan yang ada dalam keluarga dibicarakan dan diupayakan secara bersama-sama. Ada keseimbangan antara penerimaan dan pengeluaran, sehingga pengeluaran tidak lebih besar dari pada pemasukan.

 

Demikian pula waktu harus dikelola dengan baik sehingga ada keseimbangan antara bekerja dan keluarga. Seringkali orang hanya bekerja dan bekerja dan mengabaikan keluarganya. Padahal uang tidaklah ada harganya jikalau kita dan keluarga kita tidak bahagia. Uang tidak akan bisa membahagiakan kita jikalau tidak ada kasih dan perhatian dalam rumah tangga kita. Uang memang bisa memberikan kebahagiaan. Tetapi uang tanpa kasih hanya akan memberikan kebahagiaan yang semu.

 .

 

g.        Keluarga Kristen adalah Keluarga Yang Beribadah dan Bersosialisasi

Setelah menikah, kadang orang kemudian tidak terlalu peduli dengan ibadah, apalagi kalau sibuk dengan pekerjaan dan mengurus anak-anak. Keluarga menjadi semakin lama semakin jauh dari Tuhan sehingga kebahagiaan pun menjadi semakin jauh darinya.

Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan oleh Gallup-Healthways Well-Being. Hasil survey mereka menyatakan bahwa orang yang paling bahagia ialah orang-orang yang rajin beribadah dan mengunjungi rumah ibadah.

 .

Selain beribadah, keluarga Kristen juga mesti bersosialisasi dengan orang-orang / masyarakat di sekelilingnya. Ini tidak hanya untuk mengembangkan kecerdasan sosial kita dan anak-anak, tetapi juga sebagai sarana mengabarkan kabar sukacita. Injil/kabar sukacita yang kita percayai dan hidupi tidak akan dikenal orang lain, jikalau kita tidak pernah berelasi dan berkomunikasi dengan orang-orang di sekeliling kita. Romo Mardi Prasetya menyebut ini sebagai dimensi sosial dan dimensi apostolis/kerasulan yang harus dimiliki oleh keluarga Kristen.

 .

Penutup

Tidak ada satu pun keluarga yang tanpa masalah, tanpa perbedaan pendapat dan perselisihan.  Namun semua bisa diselesaikan dengan baik, jikalau Kristus sungguh ada dan dihidupi di dalam rumah tangga Kristen. Dengan hadirnya Kristus dalam rumah tangga kita maka segala persoalan dan hambatan yang dialami dalam keluarga dapat diatasi dengan baik.

 .

Dengan Kristus ada dalam rumah tangga kita, kekerasan tidak akan terjadi dalam keluarga kita. Tuhan Yesus berkata, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Matius 22:39).

“Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran” (Kolose 3:12).

 LES. 18 Okt 2022

SARASEHAN:

APA & BAGAIMANA  TANGGAPAN  KITA  TERHADAP  POKOK BAHASAN  TSB.  MENGAPA  DEMIKIAN ?  JELASKAN !

BERIKAN USULAN -USULAN  KONKRIT, AGAR  DI  GEREJA  KITA /GKJ PURWOREJO ADA PROGRAM  GEREJA   DALAM  RANGKA  PENINGKATAN  / PEMBERDAYAAN  KELUARGA KELUARGA KRISTEN !   



Sabtu, 01 Oktober 2022

Jurnal Konven Pendeta GKJ Klp.C.1 hari ke 3 WISATA JATI MALANG – Penutupan Konven (29 September 2022) – by LES.


 

Konven Pendeta GKJ Klp. C.1  akhirnya ditutup dengan acara Wisata Pantai JATI MALANG Purworejo; dengan acara:

a.      Refleksi Bersama – dlo. Pdt. Lintang Anggaeni

b.      Kesan – Pesan masing masing peserta , termasuk tuan rumah

c.       Doa Syukur

d.      Makan Bersama.

 

Peserta merasa bersyukur atas ide baik Sinode GKJ dengan model Koncen Pendeta GKJ tahun 2022  yang berbasis jemaat, yang perlu ditingkatkan adalah – keseriusan pendeta untuk mengikuti acara ini  (ada yg daftar lalu batal, ada yg ijin , ada yang sakit).  Selain itu Agenda acara  masih bisa ditingkatkan dengan mengajak masing-masing stake holder untuk ikut ambil bagian merancangnya Bersama. Juga jumlah peserta bisa ditambah. Misalnya masing-masing kelompok menjadi 15 Orang, jangan terlalu sedikit.

 

Gereja yang ketempatan juga meraya bersyukur dan antusias untuk diikut sertakan sebagai penyelenggara local, mesmkipun subsidi Sinode sedikit/kecil.

 

Sampai jumpa pada kesempatan mendatang – entah kapan.  

AMIN

 

 

Jurnal Konven Pendeta GKJ Klp.C.1 hari ke 2 JALAN SANTAI – KUNJUNGAN DIAKONIA – SHARING & SPONTANITAS SENI (28 September 2022) – by LES.

 


Jurnal Konven Pendeta GKJ Klp.C.1 hari ke 2 

JALAN SANTAI – KUNJUNGAN DIAKONIA – SHARING  &   SPONTANITAS  SENI

(28 September 2022) – by LES.

 

1). JALAN  SANTAI – SMK PENABUR ke RS PANTI WALUYO

Purworejo terkenal dengan Alun-alun  luasnya yang indah. Ringih Kembar di tengah-tengahnya; berikut  Ringin pojok di empat sudutnya.  Konon, area ini dulu tertutup – hanya digunakan untuk Latihan ketrampilan polisi dan utamanya TNI Angkatan Darat. Namun kemudian digunakan untuk area public bagi masyarakat Kabupaten Purworejo.

 

Start Jalan Santai bersama sebagian Moderamen Majelis GKJ Purworejo, dari SMK Kr Penabur – melintas alun alun – menuju RS Kr Panti Waluyo Purworejo.  Sepanjang jalan peserta konven berbincang santai diselingi kisah-kisah lucu.   Mereka berhenti sejenak dan berfoto di titik tertentu

 

 

 

Seperti kita ketahui, RS PANTI WALUYO Purworejo ,memiliki   VISI   :  "Menjadi rumah sakit yang unggul dan terpercaya bagi masyarakat"   MISI  :   (1).Menyelenggarakan pelayanan kesehatan inklusif dan berbasis digital sesuai dengan regulasi yang berlaku;  (2). Berperan aktif dalam mendukung pendidikan tenaga kesehatan;  dan  (3). Menyelenggarakan pelayanan yang mengutamakan kepuasan pelanggan.

Bermula dari Klinik Kecil di Jl. Buntu (Jl. Nyai Laos)   lalu boyong  di A. Yani 21 – di pastori Klasis Purworejo, lalu kini menjadi Rumah Sakit besar dengan Dokter Para medis, dan karyawan lebih dari 150 Orang.

 

2). PELAYANAN  DIAKONIA TRANSFORMATIF

 

GKJ Purworejo termasuk gereja yang mengembangkan Diakonia Yang Holistik, yang Transformatif. Alasannya,  bahwa  Gereja bisa hidup tanpa gedung, tetapi tidak bisa hidup tanpa diakonia.

Ada tiga model diakonia yang kita kenal , yaitu  (1).KARITATIF; dari kata charity (Inggris) yang berarrti belas kasihan. Dikaonia ini merupakan bentuk diakonia yang paling tua yang dipraktekkan oleh gereja dan pekerja sosial, yang diwujudkan dalam bentuk pemberian makanan, pakaian untuk orang miskin, menghibur orang sakit dan perbuatan amal kebajikan lainya.   (2).Diakonia REFORMATIF  Kata reformatif berasal dari kata Inggris yaitu Reform (membentuk ulang atau membaharui). Dalam hal ini Diakonia berkaitan dengan usaha membentuk kembali membaharui, atau memperbaiki situasi hidup dari kelompok yang hendak ditolong sehingga ia bukan sekedar mendapat makanan tetapi lebih dari itu ia bisa mandiri dalam mengusahakan kebutuhan hidupnya.  Diakonia reformatif ini lebih menekankan pada aspek pembangunan, pendekatan yang dilakukan adalah dengan community development, seperti pembangunan pusat kesehatan, penyuluhan, bimas, dan koperasi konvensional.   (3).Diakonia TRANSFORMATIF  Jika, diakonia karitatif digambarkan sebagai pelayanan memberikan ikan pada orang yang lapar, sedangkan reformatif atau pembangunan adalah pelayanan memberikan pancing dan mengajarkan memancing, Maka Diakonia Transformatif atau pembebasan digambarkan sebagai pelayanan mencelikkan mata yang buta dan memampukan kaki seseorang untuk kuat berjalan. Pemberian pancing dan ketrampilan memancing tidaklah berguna bila sungai-sungai dan laut sudah dimonopoli oleh orang-orang yang serakah. Rakyat kecil yang buta hukum serta mengalami kelumpuhan semangat berjuang, perlu dilayani, yaitu dengan menyadarkan hak-hak mereka. Mereka juga butuh dorongan dan semangat untuk percaya pada diri sendiri. Kata kunci dari model Transformatif adalah PEMBERDAYAAN/PENDIDIKAN.  Inilah Diakonia Holistik yang dikembangkan. Tak Heran di GKJ Purworejo dipertahankan dan dikembangkan adanya:   (a). Sekolah-sekolah Kristen – dari PAUD, TK, SD, SMK.  (b).Rumah Sakit Kristen Panti Waluyo,  (c).Radio Komunitas  MITRA FM,  (d).Koperasi Modern CU – Credit Union  Angudi Laras serta Padepokan Diakonia Mitra Kinasih

Peserta Konven Pendeta GKJ  Klp. C.1.   memiliki kesempatan untuk melihat dari dekat berbagai model Diakonia yang ada dan dikembangkan dalam kehidupan bergereja.

 

 

 

 

 

3). SHARING  “INDAHNYA  HIDUP  BERGERJA: cita-cita hidup bakti pelayanan di masa depan yang ingin diwujudkan bersama jemaat di masa mendatang”

Di GKJ Purworejo Induk   Oleh:  Pdt Kristian Prawoko – GKJ TEMON dan Pdt. Rudi GKJ PURBALINGGA

Di GKJ  PEPANTHAN  KENTENG   Oleh: Pdt Samuel Sambudi – GKJ Jonggolsari WONOSOBO dan Pdt. Yosua M Sumardi – GKJ Prembun KEBUMEN  serta  PDT. Lukas Eko Sukoco

Sedangkan yang ada Di GKJ  PEPANTHAN  SEREN   Oleh: Pdt. Youhari Sutikno  GKJ Jumo WONOSOBO  dan  Pdt. Agung Budiarto -  GKJ KEBON AGUNG JOGJA

 

Sharing tsb., selain oleh peserta Konven Pdt, secara Khusus juga  dihadiri oleh Segenap Majelis GKJ Purworejo, Pamong Kelompok dan perwakilan Kelompok-kelompok di lingkungan GKJ Purworejo.

 

 

 

4). Makan Malam dan SPONTANITAS  SENI

 

Bertempat di Kompleks Diakonia Mitra Kinasih GKJ Purworejo  segenap peserta Konven Bersama segenap majelis, pamong Kelompok serta warga yang rumahnya ketempatan peserta Konven ; hadir di Mitra kinasih.  Setelah makan malam Bersama – diteruskan Spontanitas Seni, dengan menampilkan:

a.    Duo Gitar Klasik Remaja:  ATTA – SONDANG 

b.    Orkes Karawitan Ibu-Ibu Muda Mitra Kinasih

c.    Grup Campur Sari Remaja GKJ Purworejo.

d.    Dan aneka Spontanitas peserta Konven: Ada yang menyanyikan “Ojo Dibandingke” , “Suket Teki” , “Caping Gunung” , “Ayo Ngguyu” , “Hidup ini adalah Kesempatan”, dll.

 

Yang penting asyik dan penuh  canda tawa….

Acara Makan Malam dan Spontanitas Seni baru selesai setelah melewati pkl. 21.00 di mana para peserta konven harus Kembali ke tempat menginap masing masing,

 

 

 

SELESAI   HARI  KE DUA.

Berlanjut ke Hari ke 3


Jurnal Konven Pendeta GKJ Klp.C.1 IBADAH DI GEREJA DENGAN REBANA (27 September 2022) – by LES.


Tahukah kita ? REBANA adalah salah satu alat music yang telah digunakan  pada dunia Pernjanjian lama , khususnya kitab MaZMUR. Jadi yang benar REBANA dalah sudah dipakai olh umat Tuhan dalam Alkitab.  Rebana sudah pasti -bukan milik orang Islam.

Rebana (Ibrani: תֹּף - TOF), pertama kali disebut dalam Kitab Kejadian, ketika Laban berkata kepada Yakub, setelah Yakub melarikan diri, bersama dengan istri-istrinya. Laban mengejarnya Ia memperingatkan Yakub bahwa dia dapat mengadakan acara hiburan untuk menghantarnya:

* Kejadian 31:27
LAI TB, Mengapa engkau lari diam-diam dan mengakali aku? Mengapa engkau tidak memberitahu kepadaku, supaya aku menghantarkan engkau dengan sukacita dan nyanyian dengan rebana 
(TOF) dan kecapi?    לָמָּה נַחְבֵּאתָ לִבְרֹחַ וַתִּגְנֹב אֹתִי וְלֹא־הִגַּדְתָּ לִּי וָאֲשַׁלֵּחֲךָ בְּשִׂמְחָה וּבְשִׁרִים בְּתֹף וּבְכִנֹּור׃
Translit, LAMAH NAKHBETA LIVRO'AKH VATIGNOV 'OTI VELO- IGADTA LI VA'ASYALEKHAKHA BESIMKHA UVESYIRIM 
BETOF UVEKHINOR

 

REBANA / "TOF" ini digunakan juga oleh para gembala dan juga banyak digunakan dalam banyak upacara menggunakan alat musik ini. "TOF" selalu berhubungan dengan lagu-lagu keriangan dan terhubung dengan tarian dan lagu-lagu pujian (lihat Mazmur 150:4).

 

REBANA atau "TOF" ini digunakan juga oleh para gembala dan juga banyak digunakan dalam banyak upacara menggunakan alat musik ini. "TOF" selalu berhubungan dengan lagu-lagu keriangan dan terhubung dengan tarian dan lagu-lagu pujian (lihat Mazmur 150:4).

Dan kita dapat melihat bahwa "TOF" ini digunakan berkaitan dengan lagu-lagu pujian dengan tarian ketika Israel dengan pertolongan Allah menyeberang laut yang terbelah:

* Keluaran 15:20
LAI TB, Lalu Miryam, nabiah itu, saudara perempuan Harun, mengambil rebana (TOF) di tangannya, dan tampillah semua perempuan mengikutinya memukul rebana serta menari-nari.
וַתִּקַּח מִרְיָם הַנְּבִיאָה אֲחֹות אַהֲרֹן אֶת־הַתֹּף בְּיָדָהּ וַתֵּצֶאןָ כָל־הַנָּשִׁים אַחֲרֶיהָ בְּתֻפִּים וּבִמְחֹלֹת׃
Translit interlinear, VATIQAKH {dan dia mengambil} MIR'YAM {miryam} HANEVI'AH {nabi perempuan itu} 'AKHOT {saudara perempuan dari} 'AHARON {harun} 'ET- {pada} HATOF {rebana} BEYADAH {di tangannya} VATETSENA {dan mereka keluar} KHOL- {semua dari} HANASHIM {perempuan2} 'AKHAREYHA {di belakangnya} BETUPIM {dengan rebana2} UVIM'KHOLOT {dan dalam tarian2}



Para wanita itu menaikkan pujian kepada Allah atas mujizat yang besar yang baru mereka alami dengan lagu, musik dan tari. Adegan lain yang terkenal perayaan dengan alat-alat musik (termasuk rebana) yang dilakukan Daud bersama seluruh bangsa Israel :

* 2 Samuel 6:5
LAI TB, Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, 

וְדָוִד וְכָל־בֵּית יִשְׂרָאֵל מְשַֽׂחֲקִים לִפְנֵי יְהוָה בְּכֹל עֲצֵי בְרֹושִׁים וּבְכִנֹּרֹות וּבִנְבָלִים וּבְתֻפִּים וּבִמְנַֽעַנְעִים וּֽבְצֶלְצֶלִֽים׃
Translit, VEDAVID VEKHOL-BEIT YIS'RA'EL MESAKHAQIM LIFNEY YEHOVAH (dibaca: 'Adonay) BEKHOL 'ATSEY VEROSYIM UVEKHINOROT UVIN'VALIM UVETUPIM UVIM'NA'AN'IM UVETSELTSELIM


Itulah sebabnya , di GKJ Purworejo mengembangkan alat music Rebana, selain Organ/Piano, Kulintang & Angklung, Keroncong , Campursari dan Karawitan. Yang  mangayubagya , hadir  dan Tampil  dal Pembukaan/Penerimaan  Konven kali ini  adalah Grup REBANA  GKJ Purworworejo (pimpinan ibu Kuwat Welas).

 

Kebaktian Penerimaan Peserta Konven Pdt GKJ , Klp. C.1, terasa sangat meriah dan penuh semangat. Hadir 8 Orang peserta Konven Klp. C.1, yaitu:  Pdt. Saryoto (GKJ Magelang), Pdt. Samuel Sambudi (GKJ Jonggolsari  Wonosobo) Pdt. Youhari S (GKJ Jumo Temanggung, Pdt. Rudiarto (GKJ Purbalingga), Pdt. Agung Budiarta (GKJ Kebon Agung, Jogja), Pdt. Kristian Prawoko (GKJ Temon Kulonprogo), Pdt. Yosua M. Sumardi (GKJ Prembun Kebumen) dan Pdt. Lukas Eko Sukoco (GKJ Purworejo – peserta merangkap fasilitator). Renungan Singkat dipimpin oleh Pdt. Lukas E. Sukoco.


Acara hari pertama ditutup dengan Perkenalan, sharing “indahnya hidup Bersama dalam komunitas Gereja Kristen jawa”  serta perjamuan kasih di Gedung GKJ Purworejo yang baru – di Jl, Kol. Sugiyono  55 Purworejo 54114.  Hadir dalam acara ini adalah  Pamong Kelompok, Segenap anggota Majelis GKJ Purworejo serta para pengisi acara. Lalu para peserta menuju ke tempat menginap – di rumah rumah warga jemaat.